Kutbah Bakti kepada Ibu
Kutbah Pertama
Rukun pertama

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ
Rukun kedua sholawat

Rukun ketiga wasiat

Rukun ke empat :ayat alquran..
Pertama tama marilah kita memanjatkan rasa puji dan syukur kita atas segala nikmat yang Allah telah berikan kepada kita. Yg dimana kita sesungguhnya tidak dapat menghitung nikmat tersebut. Allah SWT berfirman
Salam dan sholawat, mari kita kirimkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Nabi yang menjadi teladan kita dalam mengarungi kehidupan ini dengan membaca dan mengamalkan hadis hadisnya.
Allah SWT berfirman
Sebagai khotib saya tak lupa Mengingatkan diri saya pribadi dan juga seluruh jamaah Jumat di (nama tempat) yang kita cintai ini untuk selalu meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala apa yang diperintahkan Allah SWT dan menjauhi segala laranganNya. Karena sesungguhnya tujuan dari penciptaan kita adalah bertakwa Kepada Allah SWT
ALLAH SWT berfirman di surah Ad Dzariyat ayat 56
Makanan, minuman, kendaraan dan barang barang adalah hanya pernak pernik kehidupan, perhiasan kehidupan. Jangan sampai kita fokus ke perhiasan tersebut dan melupakan tujuan kita diciptakan. Walaupun sebenarnya makanan, minuman, kendaraan, handphone, laptop, rumah dan barang barang yang lainnya bisa membuat kita mendapatkan pahala. Tapi yang dimaksud disini adalah ibadah yang utama seperti Sholat, Zakat, puasa dibulan Ramadhan, dan berbakti kepada orang tua.
Ada cerita tentang seorang dokter dari Arab. Saat itu ada seorang anak muda membawa seorang Ibu kerumah sakit untuk memeriksa kesehatannya, yang meiliki penyakit diabetes. Ibu itu gila, kadang senyum sendiri, ketawa, mengamuk dan bahkan meludahi anak muda tersebut. Tapi anak itu selalu menenangkan ibu itu. Setelah diberikan Resep. Dokter itu bertanya, 'Ibu ini gila. Dia itu siapa? Anak Muda itu menjawab, dia adalah Ibu ku.' Sejak kapan dia Gila? '. 'Sejak saya lahir.' 'Engkau berbakti kepada dia. Dia kan tidak tahu dengan anda.' anak muda itu menjawab, 'Ia dia tidak tahu saya tapi Allah tahu bahwa dia adalah Ibu saya.'
Bayangkan Jamaah betapa sabarnya Anak tersebut mengadapi Ibunya. Kita semua yang mendapati Orang tua kita dalam keadaan sehat, baik itu fisik dan mentalnya. Mari bersyukur agar Allah menambahkan nikmatnya sebagaimana firmaNnya di surah Ibrahim ayat 7.
Selanjutnya mari kita bersabar menghadapi orang tua kita. Apa bila ada yang tidak sesuai dengan keinginan kita, sabarlah. Jangan membuat orang tua kita marah atau kita marah kepada orang tua kita. Fenomena yang terjadi, sebagian anak anak sering marah kepada orang tua kemudian melupakan atau dengan mudahnya meminta maaf dan mengulangi kesalahannya tersebut. Padahal yang sebenarnya tidak demikian. Tidak Marah kemudian meminta maaf.
Nabi Bersabda
إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى
, ‘Sesungguhnya kesabaran (yang hakiki ) adalah saat hentakan yang pertama (musibah itu terjadi pertama kali)’” (HR. Al-Bukhari, no. 1203 dan Muslim, no. 1535)
Penutup Kutbah pertama

Kutbah kedua
Rukun pertama

Rukun kedua
Rukun ketiga wasiat
yaa ayyullazi na amanu tuubuu ilallahui taubatan nasuha a'asa rabbukum ayyukaffiru angkum sayyiatikum wayudkhilakum jannatin tajrimin tahtihan anhar
Penutup
Marilah kita selalu bersabar baik itu ketika menghadapi orang tua, teman, tetangga dan dalam segala hal karena balasannya adalah nikmat tertinggi, yaitu Surga.
Sebagaimana firmanNya dalam surah Al-Insan ayat 12
Mari kita bersama sama berdoa
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
a’uudzubillaahi minas syaithaanir rajiim
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ
اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ مُحَمَّدٍ
Rukun kelima doa untuk muslim

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ
'dan kerjakanlah sholat)
Comments
Post a Comment