Faithful to Allah SWT
Kutbah Pertama
Rukun pertama
ﺇِﻥَّ
ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ
ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ
ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ.
ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ
ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ
Rukun kedua sholawat
اَللَّهُمَّ صَلِّ وسَلَّمْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ مُحَمَّدٍ.
Rukun ketiga wasiat

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوۡتُنَّ اِلَّا وَاَنۡـتُمۡ مُّسۡلِمُوۡنَ ١٠٢
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar
takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. (QS. Surah Ali Imran 102)
Rukun ke empat :ayat alquran..
Pertama tama marilah kita memanjatkan rasa puji dan syukur kita atas segala nikmat yang Allah telah berikan kepada kita. Baik itu nikmat yang kita minta kepada Allah SWT ataupun nikmat yang Allah SWT langsung berikan kepada kita yang kita bisa rasakan sampai saat ini.
Allah SWT berfirman di surah Ibrahim ayat7
Salam dan sholawat, mari kita kirimkan kepada teladan kita Nabi Muhammad SAW. Nabi yang menjadi teladan kita dalam mengarungi kehidupan ini dengan membaca dan mengamalkan hadis hadisnya.
Allah SWT berfirman di surah Ali Imran ayat 31
قُلۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ تُحِبُّوۡنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوۡنِىۡ يُحۡبِبۡكُمُ اللّٰهُ وَيَغۡفِرۡ لَـكُمۡ ذُنُوۡبَكُمۡؕ وَاللّٰهُ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ ٣١
Artinya:
Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Ali Imran [2]: 31)
Sebagai khotib saya ingin Mengingatkan diri saya pribadi dan juga seluruh jamaah Jumat di (nama tempat) yang kita cintai ini untuk selalu meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT dengan cara memikirkan dan melakukan apa apa yang Allah ridhoi, dan memikirkan dan menjauhi apa yang Allah tidak ridhoi.
Isi kutbah/Topic kutbah
Rukun iman yang pertama adalah beriman kepada Allah SWT. kita beriman dan percaya kepada Allah SWT walau kita tidak melihatNya.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-An'am ayat 103
لَا تُدْرِكُهُ ٱلْأَبْصَـٰرُ وَهُوَ يُدْرِكُ ٱلْأَبْصَـٰرَۖ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ
Terjemahan:
“Penglihatan
tidak dapat menangkap-Nya, tetapi Dia dapat menangkap segala
penglihatan. Dan Dialah Yang Maha Halus, Maha Mengetahui.”
kita tidak bisa melihat Allah SWT Sebagaimana orang-orang terdahulu tidak bisa melihat Allah SWT tapi mereka bisa melihat tanda-tanda kekuasaan Allah namun mereka tidak mau memikirkan dan jadilah mereka orang orang yang kafir.
Allah SWT berfirmah di Surat Al-Jasiyah ayat 3-5
إِنَّ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ لَـٔايَـٰتٍۢ لِّلْمُؤْمِنِينَ ٣ وَفِى خَلْقِكُمْ وَمَا يَبُثُّ مِن دَآبَّةٍ ءَايَـٰتٌۭ لِّقَوْمٍۢ يُوقِنُونَ ٤ وَٱخْتِلَـٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن رِّزْقٍۢ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَـٰحِ ءَايَـٰتٌۭ لِّقَوْمٍۢ يَعْقِلُونَ ٥
Artinya:
"Sungguh, pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-Jasiyah: 3)
"Dan pada penciptaan dirimu serta (makhluk-makhluk) yang Dia sebarkan di bumi terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang yakin." (QS. Al-Jasiyah: 4)
"Dan pada pergantian malam dan siang, serta rezeki yang Allah turunkan dari langit lalu Dia hidupkan bumi setelah matinya, dan pada perubahan arah angin terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti." (QS. Al-Jasiyah: 5)
Jadi kita meyakini Allah SWT dengan cara melihat ciptaannya.
Semua ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Pasti ada Sang Pencipta yang mengatur semuanya dengan sempurna.
Kemudian kita patutnya besyukur karena kita bisa bebas menunjukkan bahwa kita beriman kepada Allah SWT. tidak dengan orang-orang terdahulu.
karena beriman ada yang dibakar hidup-hidup seperti Ashabul ukhdud yang dikisahkan di surah al-buruj. Ada yang ditusuk tombak hingga mati. dan berbagai siksaan yang lainnya karena mereka beriman kepada Allah SWT.
Sebuah kisah dijaman firaun ... seorang pembantu bernama masyitah menyembunyikan imannya.....
Sekarang ketika kita sudah yakin dengan kekusaan Allah dan kita beriman kepada Allah SWT.
pertanyaanya bagaimana cara kita menunjukkan bahwa kita telah beriman kepada Allah?
1. Menjalankan Perintah dan Menjauhi Larangan Allah
Menjalankan ibadah wajib seperti puasa, zakat, dan haji (jika mampu).
Menjauhi larangan Allah mencuri dan berkata kata buruk.
Bersikap adil dan tidak menzalimi orang lain. klw dalam lingkungan sekolah biasanya disebut bullying
2. Merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mempelajarai ilmu agama dan mengamalkannya
4. Menjauhi segala bentuk syirik, seperti percaya pada dukun atau jimat.
5. Bertawakal dan Bersabar dalam Ujian
jadi, Iman bukan hanya diucapkan, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup Kutbah pertama

Kutbah kedua
Rukun pertama

Rukun kedua
Rukun ketiga wasiat
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,
(QS. Al-Ahzab Ayat 70)
Kesimpulan
🔹 Iman kepada Allah harus ditunjukkan melalui hati, ucapan, dan perbuatan.
🔹 Melaksanakan shalat, berakhlak baik, dan mengikuti sunnah Nabi adalah tanda iman yang kuat.
🔹 Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya adalah bukti keimanan sejati.
🔹 Sabar dalam menghadapi ujian dan bertawakal kepada Allah menunjukkan keyakinan yang kuat.
🔹 Membantu sesama dan bersedekah adalah bukti keimanan yang nyata.
✨ "Iman bukan hanya diucapkan, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari."
Penutup
Marilah kita menutup kutbah ini dengan berdoa kepada Allah SWT dengan khusuk
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
a’uudzubillaahi minas syaithaanir rajiim
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ
اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ مُحَمَّدٍ
رَبَّنَا
لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا
تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن
قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ
وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا
فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
Rukun kelima doa untuk muslim

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ
'dan kerjakanlah sholat)
Comments
Post a Comment