Kutbah tentang segumpal daging

 

 

 Kutbah Pertama 

 Rukun pertama


ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ

 Rukun kedua sholawat

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ.

Arti:

Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. 

Rukun ketiga wasiat

 

          يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوۡتُنَّ اِلَّا وَاَنۡـتُمۡ مُّسۡلِمُوۡنَ‏ ١٠٢

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. (QS. Surah Ali Imran 102) 


Rukun ke empat :ayat alquran..


Pembuka
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk, dan memberinya pendengaran, penglihatan, serta hati agar ia bersyukur.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mulk (67:23) 

  قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ 

  Artinya: "Katakanlah: Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

 

Salam dan sholawat, mari kita kirimkan kepada teladan kita Nabi Muhammad SAW. 

Allah SWT berfirman QS. Al-Ahzab (33:21)

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا

Artinya:

Artinya: "Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah."

Maka marilah kita mengarungi kehidupan ini dengan membaca dan mengamalkan hadis hadis Nabi Muhammad SAW.

Sebagai khotib saya ingin Mengingatkan diri saya pribadi dan juga seluruh jamaah Jumat di (nama tempat) yang kita cintai ini untuk selalu meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT dengan cara memikirkan dan melakukan apa apa yang Allah ridhoi, dan memikirkan dan menjauhi apa yang Allah tidak ridhoi. 

 

 Isi kutbah/Topic kutbah

يَا عِبَادَ اللهِ،

Ketahuilah bahwa Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā telah mengingatkan kita tentang nikmat-nikmat besar berupa pendengaran, penglihatan, dan hati yang dengannya manusia dapat mengenal kebenaran dan membedakan antara yang hak dan yang batil. Allah juga memperingatkan bahwa semua itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

Allah Ta‘ālā berfirman:(QS. Al-Isrā’: 36)

إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَـٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
(QS. Al-Isrā’: 36)

Maka janganlah digunakan anggota-anggota tubuh ini dalam perkara yang dimurkai oleh Allah – mendengar yang haram, melihat yang haram, dan menyimpan niat buruk dalam hati. Sebaliknya, gunakanlah untuk ketaatan, mencari ilmu, berzikir, dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah, di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik. Dan jika ia rusak, maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah, ia adalah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa kesehatan spiritual dan moral seseorang bergantung pada kebersihan hatinya. Maka bersihkanlah hati dari riya’, hasad, dengki, sombong, dan penyakit-penyakit lainnya, karena itu kunci keselamatan di dunia dan akhirat.

Kisah: Seorang Laki-laki yang Dijamin Masuk Surga

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik رضي الله عنه:

Suatu hari, Nabi ﷺ sedang duduk bersama para sahabatnya. Tiba-tiba beliau bersabda:

"Akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga."

Maka datanglah seorang laki-laki dari kaum Anshar. Jenggotnya masih basah karena wudhu, dan ia membawa sandalnya di tangan kirinya. Hari kedua, Nabi ﷺ mengulangi lagi sabdanya, dan orang yang sama muncul kembali. Hal ini terjadi tiga kali.

Sahabat Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash رضي الله عنهما menjadi penasaran: "Apa amalan orang ini sampai Nabi ﷺ menjaminnya masuk surga, tapi amalnya tampak biasa-biasa saja?"


🛏️ Menginap di Rumahnya

Abdullah bin 'Amr meminta izin untuk menginap di rumah lelaki tersebut selama tiga malam, dengan alasan bahwa dia sedang berselisih dengan ayahnya (untuk tidak menyebutkan maksud sebenarnya).

Selama tiga malam itu, Abdullah memperhatikan amal ibadahnya:

  • Ia tidak banyak shalat malam.

  • Tidak banyak puasa.

  • Tidak banyak membaca Al-Qur’an.

  • Ibadahnya biasa, sebagaimana kaum Muslimin lainnya.

Setelah tiga hari, Abdullah berkata terus terang:

"Sesungguhnya aku tidak sedang berselisih dengan ayahku, tapi aku mendengar Rasulullah ﷺ mengatakan tentangmu tiga kali bahwa engkau penghuni surga. Maka aku ingin melihat apa amalanmu, tetapi aku tidak melihat sesuatu yang istimewa. Maka apa yang membuatmu sampai pada derajat itu?"


💡 Jawaban Sang Laki-laki

Lelaki itu menjawab:

"Amalku tidak lebih dari yang telah engkau lihat."

Tetapi kemudian ia berkata:

"Namun aku tidak menyimpan rasa dengki kepada seorang pun dari kaum Muslimin. Dan aku tidak iri kepada siapa pun atas kebaikan yang Allah berikan kepadanya. Dan aku selalu berusaha tidur di malam hari dengan hati yang bersih terhadap siapa pun."


🏆 Pelajaran dari Kisah Ini

Rasulullah ﷺ tidak menyebutkan amal lahiriah yang berat, tetapi Allah melihat kebersihan hati orang tersebut:

  • Tidak dengki

  • Tidak iri

  • Tidak menyimpan kebencian kepada sesama Muslim


Penutup Kutbah pertama


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. 

Artinya:

"Semoga Allah memberkahi aku dan kalian dengan Al-Qur’an yang agung, dan semoga Dia memberikan manfaat kepadaku dan kepada kalian melalui ayat-ayat dan peringatan yang penuh hikmah di dalamnya, serta menerima bacaan Al-Qur’an dariku dan dari kalian. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."




                                                                 Kutbah kedua 

 اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَكْمَلَ لَنَا الدِّينَ، وَأَتَمَّ عَلَيْنَا النِّعْمَةَ، وَرَضِيَ لَنَا الْإِسْلَامَ دِينًا.

أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ،

Rukun pertama

Hamdalah 

ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ أَشْرَفِ ٱلْأَنْبِيَاءِ وَٱلْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Artinya:

"Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Salawat dan salam semoga tercurah kepada penghulu para nabi dan rasul, yaitu Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya dan seluruh sahabatnya."

Rukun kedua

Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW: Arab, Latin & Artinya 

Rukun ketiga wasiat 


يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوۡنُوۡا مَعَ الصّٰدِقِيۡنَ

 Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.

 Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوۡلُوۡا قَوۡلًا سَدِيۡدًا

(QS. Al-Ahzab Ayat 70)

Kesimpulan

....

 

Penutup

Marilah kita menutup kutbah ini dengan berdoa kepada Allah SWT dengan khusuk


أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

a’uudzubillaahi minas syaithaanir rajiim

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ

 اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ 

  اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ مُحَمَّدٍ

 

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". 

 

Rukun kelima doa untuk muslim

Aznil nawawi | ♥Aznil Nawawi

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ




وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ

'dan kerjakanlah sholat) 






Comments

Popular posts from this blog

Ramadhan Preparation: several hadis about Ramadhan

Kutbah tentang keutamaan sholat

Kutbah Bakti kepada Ibu